Densus 88 Versus Mujahidin Indonesia Timur : Membunuh Atau Dibunuh!

Densus 88 Versus Mujahidin Indonesia Timur : Membunuh Atau Dibunuh!

DENSUS-VS-MUJAHIDINM Fachry untuk Al-Mustaqbal.net

BIMA, NTB-Seorang pejabat AS mengatakan kepada The Times, Disana tidak ada yang tak dibunuh atau ditangkap lagi, ini bicara soal membunuh atau dibunuh! Nampaknya kebijakan pemimpin perang Salib, AS, telah diterapkan secara sempurna oleh Densus 88, sebagai kaki tangannya di Indonesia, membunuh atau dibunuh. Hanya dalam waktu dua hari, Densus 88 membunuh 11 orang terduga teroris (baca : Mujahidin) dan sudah pasti, Mujahidin Indonesia Timur akan membalasnya (qishos). Allahu Akbar!

Densus 88 sebagai agen dan kaki tangan AS di Indonesia nampaknya sudah menerapkan kebijakan dari tuannya yang memimpin “War On Terorrisme”, AS (Perang terhadap Islam dan Kaum Muslimin) yakni kebijakan Membunuh Atau Dibunuh.

Tercatat, hanya dalam waktu dua hari, yakni sejak hari Jum’at (04/01/2013) hingga hari Sabtu (05/01/2013) 11 orang yang masih diduga teroris (baca : Mujahidin) dibunuh secara brutal oleh Densus 88.

Pada hari Jum’at (04/01/2013) Abu Uswah dan Ahmad Khalil ditembak mati di teras Masjid Nur Alfiah, RS Wahidin Sudirohusoda, Makassar, satu jam sebelum ibadah sholat Jum’at digelar. Sadis!

Di hari yang sama, Jum’at (04/01/2013) dan kemudian hari Sabtu (05/01/2012) lima orang kembali ditembak Densus 88, yakni di Kabupaten Dompu, dan Bima, NTB. Dua orang ditembak mati pada Jum’at adalah Roy dan Bahtiar, sedangkan tiga orang yang ditembakpada hari Sabtu belum diketahui identitasnya.

Sebenarnya, Densus 88, laknatullah alaihim, mampu untuk menangkap hidup-hidup mereka-mereka yang diduga teroris (baca : Mujahidin), namun itu tidak dilakukan karena mereka menganggap ini adalah perang (War On Terrorism), dengan prinsip Membunuh Atau Dibunuh! Dengan demikian Densus 88 berprinsip bahwa mereka akan saling membunuh.

Densus 88 sebenarnya telah ditantang agar mendatangi Gunung Biru Tamanjeka, di wilayah Poso, yang menjadi markas Mujahidin Indonesia Timur, agar berduel secara jantan. Namun yang terjadi Densus 88 menyasar orang-orang yang terduga teroris di perkampungan dan perkotaan, untuk kemudian membunuhi mereka. Dzolim dan pengecut!

Perang dan pertarungan antara Densus 88 melawan Mujahidin Indonesia Timur nampaknya akan semakin sengit. Mujahidin Indonesia Timur, sebagaimana rilis-rilis yang mereka keluarkan di berbagai media sudah pasti tidak akan tinggal diam dengan tindakan Densus 88 dan pasti akan melakukan pembalasan (qishos) atas nyawa para Mujahidin yang syahid (Insya Allah).

Sumber : dbs

Bantu para Mujahidin, sebarkan berita ini!Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter3Email this to someone