Laporan Eksklusif Dari Bumi Syam, Hakikat Pertempuran Antara ISIS Dengan FSA!

Laporan Eksklusif Dari Bumi Syam, Hakikat Pertempuran Antara ISIS Dengan FSA!

M Fachry untuk Al-Mustaqbal Channel

BUMI SYAM-Al-Mustaqbal Channel mendapatkan laporan eksklusif dari sumber yang dapat dipercaya, langsung dari Bumi Syam, terkait hakikat pertempuran yang terjadi antara Mujahidin Daulah Islam Iraq Dan Syam (ISIS) melawan Jaysul Hurr atau yang lebih dikenal dengan FSA (Free Syiran Army). Berikut laporan lengkapnya, semoga dapat membahagiakan hati orang-orang beriman dan membuat gusar para thoghut dan antek-anteknya. Allahu Akbar!

1. Sudah berlangsung beberapa hari ini pertempuran antara Jaysul Hurr atau FSA dengan Daulah Islam Iraq wa Syam. Hampir merata di semua Syria. Kantong-kantong kekuatan ISIS tetap kuat, tapi jalan-jalan yang menghubungkan kantong tersebut banyak yang terputus karena banyak checkpoint dari pihak FSA, yang merazia Muhajirin. Kenapa merazia Muhajirin? Nanti dibahas!

 2. Sebab pertempuran-pertempuran ini adalah adalah adanya fitnah dari Paris, Aljazeera dan Al-Arabiya Alhadats serta televisi lokal Arab lain, menayangkan foto dua agen intelijen Suriah yang bergabung bersama ISIS, benar kah mereka bergabung atau tidak. Tidak ada kejelasan. Yang jelas bahwa itu dijadikan amunisi fitnah tuduhan bahwa ISIS adalah kolaborator dari pihak Nusairiyah, bahkan di running text Al-Arabiya diberitakan ada beberapa orang Iran yang bergabung ke ISIS. Sehingga pihak FSA menuntut kejelasan komitmen dari ISIS bahwa ISIS adalah di pihak revolusi melawan Basar Assad. Omongan retorika belaka. Saya katakan ya.. saya melihat orang Iran, tapi saya mengenal mereka sebagi Muslim bukan penganut syiah. Ini adalah salah satu blackcampaign, pembunuhan karakter terhadap ISIS. Fitnah ini bersamaan dengan pertemuan para sekularis Suriah di Paris, sehingga dimulai-lah pertempuran. Di beberapa tempat pihak ISIS mundur. Ada agenda besar di belakang ini semua.

3. Di Syria banyak laskar pejuang yang berperang, dengan beragam motif dan kepentingan, tapi melawan satu musuh, rezim Nusairiyah. Bukan hal yang aneh ketika motif itu adalah uang dan materi duniawi lainnya. Ada beberapa laskar yang berwarnakan Islam, personel-personelnya ada yang sholeh secara individu dan ingin syariat Islam. Tapi yang secara jamaah menginginkan syariat Islam tegak hanya ISIS, bisa dicek. Yang lain malu-malu. Bahkan lebih banyak yang menyepakati hukum madani alias demokrasi ala barat. Mereka yang menginginkan demokrasi ini mendapat banyak dukungan, baik dari Barat bahkan Saudi. Dan mengatakan ISIS adalah khawarij.

4. Aqidah ISIS langsung saya dengar dari Syeikh Ali Al-Anbari, bahwa hukum asal sukkaan atau madaniyin di sini adalah Muslim, maka kita memperlakukannya sebagai muslim, kecuali ada petunjuk jelas soal kemurtadannya. Lalu soal bay'at. Beliau juga menerangkan, bahwa bay'at kepada ISIS adalah bay'at imaroh bukan bay'at khilafah bukan pula bay'at qital. Dalam bay'at imaroh, orang dengan sukarela, mau silahkan gak mau ya tidak apa-apa. Bukan bay'at khilafah yang mewajibkan. Bukan juga bay'at qital yang kalau qital selesai, selesai pula bay'atnya.

5. Salah satu pertempuran yang paling awal adalah di mantiqoh Al-Atarib, sorenya saya masih ke sana mengantar seorang ikhwah ke dokter gigi, pagi besoknya mendengar kabar FSA memblokade jalan dan merazia Muhajirin, dengan tulisan di jalan, Muhajirin dilarang masuk. Banyak akhwat Muhajiroot yang mereka tawan, dan puluhan ikhwah Muhajirin yang mereka tembak, tidak berselang lama, pihak ISIS maju dan menggempur, tapi alhamdulillah… sampai hari ini untuk mantiqoh Al-Atarib, pihak ISIS baru bisa membuka mantiqoh Ouroum. Dan pertempuran di banyak tempat, di Raqqa, Ladzakiya (Lattakiya), Idlib, Halab dll.

6. Kenapa Muhajirin? Intinya lebih tepat sekuler Suriah tidak menginginkan diatur Islam apalagi yang membawa Islam itu orang luar Suriah. Jadi ingat Abdullah bin Ubay bin Salul kan..? Sama. Saya mengalami sendiri kebencian itu. Tempat tinggal kami ditembaki dari jarak dua kilometer oleh elemen FSA, maka kami merangsek maju ke daerah mereka. Ketika ribath di garis depan, jarak kami dengan mereka hanya dua ratusan meter, kami mendengar dengan jelas teriakan mereka, "laknatullah alal muhajirin". di Suriah itu hening, mirip suasana nyepi di bali. Tidak bising oleh kendaraan. Kami ngepos di rumah penduduk, subhanallah mereka menjamu dengan makanan, yang sejujurnya makanan kami di markas lebih baik kualitasnya. Akhirnya kami boyong roti-roti di markaz kami bagikan ke rumah-rumah penduduk yang ada di sekitar situ. Kenapa Muhajirin? Tapi tidak semua penduduk lokal benci terhadap muhajirin, kebanyakan malah suka. Kita adalah teladan bagi mereka, menolong mereka. Dan tentu sumber ekonomi juga bagi mereka, Muhajirin datang dari berbagai penjuru dunia, membawa uang tentu, mereka perlu belanja memenuhi kebutuhan mereka, koneksi internet misalnya. Dan rakyat Suriah pada umumnya mengetahui bahwa Muhajirin membantu mereka mengusir rezim Nusairiyah. Bicara soal ekonomi, jadi ingat dengan Turki. Turki mendapatkan keuntungan ekonomi… mendapat keuntungan ekonomi yang tidak sedikit dari konflik Suriah, makanan, pakaian yang kami beli rata-rata made in Turkey, bahkan sampai blanket yang kami pakai di musim dingin ini, made in Turkey. Secara politik Turki juga diuntungkan, selama ini Turki kewalahan melawan pemberontak komunis Kurdi. Hari ini, pihak ISIS juga melawan PKK. Karena PKK juga menyerang Muhajirin dan elemennya. Banyak front ribath berseberangan dengan pihak PKK.

7. Soal Jabhah Nusrah, banyak yang hari-hari ini menyeberang ke pihak ISIS, dengan berbagai alasan, begitu pun kemarin ada sekitar 6 ikhwah Perancis yang nyeberang ke Jabhah dari ISIS karena konflik dengan amir markaz mereka. Wallahu a'lam secara umum saya tidak punya kapasitas mengomentari Jabhah Nusrah, saya hanya bisa menceritakan kisah, bahwa hari ini yang tidak memerangi ISIS hanya dua pihak yaitu Jabhah Nusrah dan Harokah Ahrar Syam Al-Islamiyah. Cuma kemarin, salah satu elemen Jabhah Nusrah menyerahkan Hajiz atau batasnya ke FSA di mantiqoh Syeikh Ali dan Jamia Muhandisin dari Hajiz itu lah FSA menembaki markaz kami .tentu itu bukan tindakan yang baik. Kisah yang lain, ketika mantiqoh yang di sana terdapat markaz kami, bersebelahan juga dengan markaz Jabhah Nusrah, kami biasa saling menyapa, ketika FSA menghujani peluru ke mantiqoh itu, mereka mengungsikan barang-barangnya alias mau kabur, ketika dicegat oleh ikhwan dan ditanya, ada seorang anak kecil sekira umur 11 tahunan, biasa lah anak ikhwan, ikut bertanya sambil ..sambil marah- marah mengatakan kafir kamu.. Syeikh Ali Al-Anbari langsung menampar anak muda itu di kedua pipi dan menasehati dengan keras, kenapa kamu mengatakan dia kafir. Subhanallah sebetulnya saya tidak bisa menyalahkan logika anak kecil itu, dia mengatakan "apa orang muslim gitu kelakuannya, ketika saudaranya diserang dia malah kabur, kayak orang kafir aja, orang muslim kan saling bantu" benar bahwa perang mendewasakan orang. Tapi, tudingan kafirnya tentu bukan lah benar secara syar'i. Wallahu a'lam!

Bantu para Mujahidin, sebarkan berita ini!Share on Google+0Share on Facebook98Tweet about this on Twitter2Email this to someone