Al-Mustaqbal Channel Masa Depan Islam | Kekhalifahan Ibrahim Ibnu Awwad

Persalinan Syar’i (Bagian 3)

Publish Date : December 18, 2012 In Category : Muslimah
Last modified: : 1 year, 7 months ago

Persalinan_SyariUmmu Fauzi Untuk Al-Mustaqbal.net

Pada dua pembahasan yang telah lalu, telah dijelaskan tentang pengertian persalinan syar’i, tanda-tanda persalinan, proses persalinan, dan tata cara persalinan syar’i. Pada pembahasan cara persalinan syar’i telah dibahas tentang hal-hal yang dilakukan di antaranya adalah ; tenang dengan berdzikir kepada Allah swt, meyakini pertolongan Allah swt dan bergantung semata-mata kepada-Nya, keyakinan akan kemudahan dan pertolongan Allah swt, dukungan suami dan keluarga, serta meninggalkan obat-obatan yang syubhat.

Maka, pembahasan berikut adalah hal-hal lain yang dilakukan pada tata cara persalinan syar’i ;

Makan kurma

Makan kurma sesering mungkin menjelang persalinan dan mencukupkan kebutuhan nutrisi dan cairan.

“Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata : “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan.” Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah ;”Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Rabbmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu…”(QS Maryam (19):22-26)

Karena itu dianjurkan bagi para ibu agar banyak makan kurma dan minum banyak air mineral (air zam zam, air hujan atau air kelapa hijau). Kurma itu adalah rajanya buah-buahan yang tinggi nilai nutrisinya. Ayat ini memberikan kepada kita sebuah renungan yang besar bahwa kondisi ibunda Maryam pada saat itu sendirian, jauh di tengah padang pasir, tidak memiliki makanan dan air, seharusnya membuat kita bersyukur dengan keadaan kita sekarang ini yang jauh lebih nyaman dibandingkan beliau.

Bacakan Al Qur’an surah Al-Insyiqaq (84) : 1-4

Bacakan dalam air, lalu airnya diminum dan diratakan di perut ibu (Syaikh Ibnul Qoyyim Al-Jauziah dalam kitab Ath-Thibbun Nabawi).

Dzikir dan Doa Menjelang Proses Persalinan

Persalinan adalah perjuangan yang sangat membutuhkan kekuatan iman dan kekuatan fisik. Sesungguhnya segala kekuatan hanyalah milik Allah swt. Oleh karena itu, mintalah dan berdoalah kepada Allah swt dengan bersungguh-sungguh.

“Dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS Al Jumu’ah (62):10). “Dan Rabbmu berfirman ; “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu…”(QS Al Mu’min (40):60).

Dzikir dan doa seharusnya selalu mengiringi ibu menjelang proses persalinan, baik yang diperdengarkan dari orang tua, suami, keluarga ataupun petugas yang akan menolong persalinan. Suami juga dianjurkan untuk ingat kepada Allah swt agar memudahkan proses persalinan istrinya dengan shalat dua raka’at atau ibadah lainnya, misalnya ; sedekah, doa serta tilawah Al Qur’an.

Doa Khusus Ibu Menjelang Proses Persalinan

Dari Asma binti Umais ra, “Saat akan melahirkan Rasulullah saw berkata kepadaku, :”Maukah engkau aku ajarkan kepadamu beberapa kalimat yang bisa engkau ucapkan saat sedang dirundung derita yaitu ; Allah, Allah, Yaa Rabb ! Laa usyriku bihi syaian.”(HR Abu Daud No.1525 II/87, Ibnu Majah (IV/1277), Ibnul Qoyyim dalam Al Wabil Ash Shayyib hal.148)

Hadits dari Ibnu Abbas ra yang diriwayatkan oleh Al Bukhari;

Laa ilaaha illallaahu halimul kariim

Subhanallaahil ‘arsyil adziim

Alhamdulillaahi Robbil ‘alamiin…(3x)

Artinya ; “Tidak ada sembahan yang berhak diibadahi selain Allah yang Maha Penyabar lagi Maha Mulia, Maha Suci, Allah, Rabb Pemilik Singgasana yang Agung , Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.”

Hadits diriwayatkan dari Ibnu Hibban ; Bismillah 3x.

“Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa in tasya’ tajalul huzna sahlaa (Ya Allah tidak ada kemudahan, kecuali yang Engkau jadikan mudah, Dan jika Engkau menghendaki, Engkau bisa menjadikan kesulitan itu mudah)

Hadits riwayat dari Imam Muslim dari ‘Utsman bin Abi Al-‘Ash ; “Bismillah 3x. A’udzu bi’izzatillaahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadzir. (Aku berlindung dengan keperkasaan dan kekuasaan Allah dari kejahatan yang aku hadapi dan aku khawatirkan)

Memelihara Aurat

Sebelum persalinan hendaklah para ibu menyiapkan beberapa alternatif siapa yang akan menolong persalinannya. Persiapkanlah hal ini dengan baik dari jauh-jauh hari dengan cara mencari tahu dimana letak bidan atau dokter wanita dengan beberapa  pilihan. Karena tentunya, sebaik-baik pertolongan persalinan adalah dengan muhrimnya, agar aurat ibu tetap terjaga. Namun, apabila dalam keadaan darurat dan susah mendapatkan dokter/bidan wanita, barulah diperbolehkan melakukan persalinan dengan ditolong oleh dokter laki-laki.

Merawat Kesehatan Organ Reproduksi Pasca Persalinan

Pada saat hamil dan bersalin, banyak perubahan-perubahan yang terjadi pada organ reproduksi wanita mulai dari meregangnya rahim, mengendurnya dinding perut, perubahan warna kulit dan keputihan. Saat proses persalinan jalan lahir menjadi sangat meregang dan kadang-kadang timbul robekan yang harus dijahit. Proses penyembuhan luka pasca jahitan ini bergantung pada kesehatan organ reproduksi di awal-awal sebelum hamil dan perawatan saat persalinan. Selanjutnya, kita juga harus melakukan upaya perawatan organ reproduksi setelah persalinan. Hal ini penting karena erat kaitannya dengan keharmonisan hubungan suami istri dan persalinan berikutnya.

Sumber ; Buku “Persalinan Syar’i” Karya ; Ibu Emma Yusuf . Penerbit ; AFIA Indonesia,Penerbit Literatur Kedokteran Islam, Bekasi 2012.

Bantu para Mujahidin, sebarkan berita ini!Share on Google+0Share on Facebook2Tweet about this on Twitter1Email this to someone

Tentang Jurnalis

Ummu Fauzi

Ummu Fauzi

“Tidaklah aku di dunia ini melainkan (hanya) seperti seorang musafir yang berteduh di bawah pohon lalu beristirahat dan kemudian meninggalkannya (pohon tersebut).” (HR. At-Tirmidzi no. 3277)

Baca Juga